Mumpung masih muda sebaiknya segeralah berinvestasi. Investasi itu memberi banyak manfaat. Kekayaan bisa berlipat karena investasi. dan hari tuamu bisa aman dan berkat investasi bisa terhindari dari inflasi karena berinvestasi.

Mengapa investasi di usia muda?

Sebab di masa-masa mudalah investasi penting untuk dilakukan. Lalu, apa aja saja pilihan-pilihan investasi yang bisa diambil, berikut beberapa pilihan investasi yang dapat di miliki

Daftar pilihan investasi jangka pendek

Invstasi jangka pendek Depositio

Umumnya jangka waktu investasi ini dari 3 – 12 bulan.

1. Deposito

Pilihan investasi yang satu ini merupakan pilihan yang mudah dilakukan. Apalagi sekarang ini, kamu gak perlu lagi ke bank sebab pembukaan deposito bisa dilakukan melalui internet banking ataupun mobile banking.

Apa keuntungan dari berinvestasi di deposito? Kamu bisa memperoleh bunga rata-rata 6 persen per tahun. Terus investasi ini relatif minim risiko. Soalnya ada jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.

2. Peer to Peer Lending

Memberi pinjaman alias menjadi kreditur juga bisa menjadi pilihan investasi jangka pendek yang bisa diambil . Kamu bisa memberi pinjaman dengan berinvestasi di peer to peer lending alias P2P Lending.

Daftar investasi jangka menengah

investasi jangka menengah emas

Waktu penempatannya dimulai dari 2 – 6 tahun. Ada dua pilihan investasi yang bisa kamu ambil kalau memilih jangka menengah.

1. Emas

Logam mulia yang satu ini menjadi pilihan investasi yang cocok buat masa waktu 2 – 6 tahun. Meskipun lambat, harga emas tiap tahunnya cenderung naik.

Investasi emas sendiri cukup populer di Indonesia karena nilainya yang tak tergerus inflasi. Namun bukan berarti harga jual emas tidak bisa turun . Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi naik turunnya nilai jual emas. Salah satunya adalah nilai tukar mata uang.

Jika Rupiah melemah, otomatis harga emas akan relatif turun. Saat inilah merupakan waktu yang paling tepat jika ingin berinvestasi emas. Anda bisa menjualnya lagi ketika rupiah menguat kembali dengan harga yang cukup tinggi. Hal lain yang juga turut mempengaruhi harga jual emas adalah stok emas di bank dunia, produksi emas sunia, permintaan industri perhiasaan, dan bahkan isu politik.

Naik turunnya memang tidak bisa diprediksi. Bisa jadi ketika rupiah anjlok dia malah naik, atau juga bisa sebaliknya.

Seperti data yang disampaikan Goldprice, harga emas tahun 2010 sekitar Rp 300 ribuan. Enam tahun kemudian atau tepatnya 2016 harganya telah menjadi Rp 500 ribuan.

2. Reksa dana pendapatan tetap

Pilihan investasi berikutnya yang cocok dilakukan selama jangka menengah adalah reksa dana pendapatan tetap. Dana yang diinvestasikan dalam reksa dana pendapatan tetap dialokasikan ke surat utang atau obligasi sebesar 80 persen.

Dengan berinvestasi di reksa dana pendapatan tetap, kamu bisa peroleh return hingga 20 persen per tiga tahun. Itu berarti per tahunnya return rata-ratanya sebesar 6 persen.

Daftar pilihan investasi jangka panjang

investasi properti

Investasi jangka panjang dilakukan biasanya selama 7 tahun atau lebih. Berikut ini adalah pilihan-pilihannya.

1. Surat Utang Negara

Mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang, Surat Utang Negara sendiri sudah diterbitkan oleh pemerintah sejak 2006. Bagi masyarakat ataupun investor-investor kecil yang ingin berinvestasi, cukup dengan Rp 5 juta, anda sudah bisa membeli ORI (Obligasi Ritel Indonesia) untuk investasi.

Untuk imbal hasil-nya sendiri disebut dengan kupon dan besarannya ditetapkan oleh penerbit surat utang. Keuntungan dari investasi ini sendiri lebih tinggi jika dibandingkan dengan deposito. Tak hanya itu, ORI juga lebih unggul dari segi sekuritas karena resikonya lebih minim jika dibandingkan dengan reksa dana atau saham.

Baca Juga
4 Model Investasi Properti Menguntungkan Dalam Jangka Panjang

Saat ini terdapat 18 bank dan 6 perusahaan sekuritas yang sudah menjadi agen resmi penjual ORI. Jadi masyarakat yang tertarik untuk berinvestasi di bidang ini dapat dengan mudah membeli ORI.

2. Properti

Angka kebutuhan akan properti terus naik setiap tahunnya. Hal ini dikarenakan rumah adalah kebutuhan primer bagi semua orang. Untuk nilai jual properti sendiri juga terus naik setiap tahunnya. Hal inilah yang menjadikan investasi properti cukup menjanjikan dan menguntungkan.

Investasi properti sendiri merupakan jenis investasi jangka panjang yang terbaik. Meski kondisi perekonomian sedang tidak stabil, permintaan pasar akan properti tetap akan terus meningkat.

3. Deposito dolar

Investasi yang satu ini memang sudah terkenal sejak lama. Yaitu dengan membeli dolar saat harganya sedang rendah dan menjualnya saat  harganya sedang tinggi. Namun hal ini masih menjadi perdebatan banyak pihak, apakah disebut investasi atau bukan.

Bahkan tak sedikit yang mengganggap investasi dolar memiliki resiko yang lebih tinggi karena sulit diprediksi. Sulit untuk mengetahui kapan dolar akan naik atau turun. Untuk keuntungan sendiri juga tidak terlalu signifikan.

Deposito dolar sejatinya tidak beda dengan deposito biasa. Yaitu menyimpan uangnya dalam mata uang dolar.

Setoran awal deposito dolar cukup lumyana bagi anda yang muda. Sebut saja di BCA, setoran awalnya mencapai US$ 1.000. Dan sama seperti deposito lainnya, deposito ini juga hanya bisa dicairkan dalam waktu tertentu.

4. Reksadana dolar

Selain deposito, reksadana dalam bentuk dolar pun ada. Jika reksadana rupiah harga Nilai Aktiva Bersih (NAB)nya sekitar Rp 1.000 per unit, maka jika di reksadana Dolar, NAB per UP biasanya dimulai dari US$ 1.

Kalau bisa pilih reksadana saham atau campuran saja. Mengapa demikian?

Karena penguatan dolar juga sering diiringi dengan penguatan valuasi saham-saham global.

Walaupun bisa menguntungkan, namun soal investasi yang ini perlu diwaspadai. Ingat reksadana saham risikonya cukup tinggi. Sementara itu reksadan campuran bisa jadi alternatif kalau mau cari yang risikonya lebih rendah.

Belum lagi masalah nilai tukar mata uang itu ibarat pedang bermata dua. Bisa jadi menguntungkan, namun bisa juga merugikan.

Selain harus paham dan mengerti soal saham-saham global mana yang bagus, juga harus pantau kurs setiap hari. Dan juga harus perhatikan bahwa investasi reksdana saham dolar ini modal awalnya tergolong lumayan besar.

Sebut saja seperti Panin Dana US Dolar. Untuk berinvestasi di reksadana ini, modal awalnya adalah US$ 1.000. Dan minimal penjualannya juga sama yaitu sebesar itu.

5. Saham

Saham juga masih digolongkan sebagai investasi yang menguntungkan saat rupiah melemah. Tapi, bukan berarti asal pilih saham pasti untung.

Beberapa sektor saham di pasar saham Indonesia juga mengalami penurunan kinerja karena rupiah makin tertekan. Mereka semua umumnya adalah saham-saham dari perusahaan yang bergerak di bidang impor.

Namun demikian, sektor saham perusahaan yang berbasis ekspor justru bisa untung. Perlu seringkali pantau saham-saham perusahaan pertambangan juga. Selain itu, saham perkebunan juga bisa menjadi pertimbangan.

Sumber: (dari segala sumber)