Banyak orang ragu memulai sebuah bisnis properti, karena terganggu dengan berbagai mitos yang belum tentu kebenarannya. Nah, apa saja mitos seputar bisnis properti yang menjadi penghambat. Berikut ulasannya seperti dikutip dari Forbes.

  1. Dibutuhkan banyak uang untuk memulai bisnis properti

Mitos terbesar dalam bisnis real estate adalah bahwa Anda membutuhkan banyak uang untuk menghasilkan uang. Bob McIntosh, pemilik Arcane Properties, mengatakan bahwa dengan pendidikan yang tepat sebagai investor real estate, ada banyak cara untuk memulai bisnis properti dengan sedikit uang. Jadi jangan takut untuk memulai bisnis properti. Namun pertama-tama Anda harus investasi di leher keatas dahulu, atau pendidikan properti yang tepat. Menimba ilmu dari para pakar pebisnis properti.

  1. Dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencapai kesuksesan

Kenyataannya, ini merupakan bisnis yang berorientasi pada hubungan. Jadi, semakin cepat Anda membangun komunikasi dan jejaring yang baik, semakin cepat juga bisnis properti tersebut berjalan. “Apalagi dengan lingkungan yang berbasis digital saat ini, untuk membangun hal ini tidak membutuhkan biaya mahal,” ungkap Anthony D’Alicandro dari Dwell Real Estate. Selain ilmu mengenai properti, Anda juga memerlukan relasi yang baik dalam bisnis properti ini.

Tingkatkan relasi dan kemampuan Anda menjaga hubungan dengan orang, cepat atau lambat Anda akan mengetahui diri Anda ada di dalam bisnis properti dengan relasi Anda yang turut membantu bisnis Anda. Pastikan Anda memiliki hubungan yang baik dengan relasi dan ingat bahwa bisnis properti berkembang seiring dengan tahun berjalan. Jangan serakah dan ingin hasil yang instant terlihat dalam waktu dekat.

  1. Tidak ada peluang dari pasar yang terlihat kecil

Ini adalah mitos yang tidak boleh dipercayai ketika Anda berniat memulai bisnis properti. Anda mungkin akan merasa lebih aman menginvestasikan uang pada pasar yang terlihat besar. Namun, bisnis properti adalah sesuatu yang sangat fleksibel. Kuncinya menurut Hillary Hobson dari Highest Cash Offer adalah bisa mempelajari peluang yang tersedia di pasar.

Baca Juga
Rumah Layak Huni Menurut Pemerintah

Menjadi pebisnis properti harus selalu bisa melihat peluang yang ada. Misalkan untuk tahun 2017, diprediksikan hingga tahun 2019 merupakan saat yang tepat bagi Anda untuk berinvestasi membeli properti. Karena harga masih bisa dibawah pasaran dan banyak sekali orang yang menjual propertinya. Manfaatkan hal ini dan lakukan investasi properti sekarang, segera.

  1. Bisnis properti adalah pekerjaan “9 to 5”

Banyak orang salah memahami tentang pola bekerja seorang pebisnis.  Alex Chieng, pemilik A & L Real Estate, mengatakan, “Membangun bisnis properti berarti Anda harus siap untuk hidup di dalamnya setiap hari”. Jika Anda berpikir dengan bisnis Anda bisa bekerja dengan jam sama seperti kantoran, maka Anda sudah salah besar.

Asumsi ini sebaiknya Anda hapus karena sesungguhnya, menjadi pebisnis bukanlah bekerja dari pagi hingga sore, tetapi sepanjang hari, selama 24 jam dan 365 hari. Namun setelah aset properti Anda terbangun dengan baik. Maka nanti jam kerja Anda akan berubah menjadi sehari seminggu, sehari sebulan atau bisa lebih sedikit lagi tergantung dari sistem kerja yang telah Anda tentukan sendiri.

  1. Bisnis properti adalah bisnis yang sederhana

Hati-hati, bisnis properti memang bisa dipelajari, tetapi bukan berarti sederhana. Untuk sukses di bisnis ini, Anda perlu bekerja keras. Anda juga harus bisa berkompetisi dengan memanfaatkan beragam metode dan strategi. Avi Spielman, pemilik Joon Properties mengakui hal tersebut.

Source link